Kilas Balik Diplomasi 2007 dan Proyeksi 2008

Dalam setiap peralihan tahun, Departemen Luar Negeri RI selalu melakukan konferensi pers guna menyampaikan kepada publik tentang apa-apa yang telah dilakukan selama tahun 2007 yang disertai evaluasi. Hal itu juga dilengkapi Proyeksi tahun 2008 yang merupakan bentuk perkiraan dan antisipasi terhadap dinamika perubahan dunia.

Banyak pertanyaan dalam benak publik tentang arah politik luar negeri, sejauh mana kepentingan nasional Indonesia tersalurkan dalam kebijakan luar negeri dan implementasinya. Selanjutnya, memasuki tahun 2008 perkembangan nasional serta dinamika eksternal seperti apa yang harus kita antisipasi serta bagaimana formulasi politik luar negeri dan pelaksanaan diplomasi yang mesti kita lakukan?

Jawaban formal Departemen Luar Negeri RI telah disampaikan dalam bentuk Pernyataan Pers Tahunan Menlu yang secara komprehensif menjelaskan situasi global, regional dan respon-respon yang dipilih oleh Indonesia.

Beberapa catatan penting misalnya keanggotaan Indonesia di DK PBB dan duduknya Indonesia di kursi Kepresidenan DK PBB telah memungkinkan Indonesia untuk memandu dan memberi jalan keluar terhadap berbagai permasalahan prosedural dan substantif seperti ketika DK membahas isu Eritrea/Ethiopia, masalah penggelaran pasukan PBB di Darfur (Sudan), Somalia, Timur Tengah (Palestina), Lebanon, Myanmar dan Bosnia-Herzegovina, sehingga DK tetap padu dalam memenuhi tanggungjawabnya dalam pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional.

Isu nuklir Iran dan Korea Utara yang mencuat pada kuartal pertama tahun 2007, telah menimbulkan peningkatan ketegangan yang mengancam perdamaian dan keamanan dunia. Dewan Keamanan PBB telah mengesahkan resolusi tentang kedua masalah tersebut.

Menlu menegaskan posisi prinsip Indonesia yang mendukung hak setiap negara untuk mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan damai, dengan menghormati sepenuhnya NPT dan safeguard agreements yang menjadi tolak ukur atau standard perilaku bagi negara-negara tersebut melalui kerjasama yang transparan dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA),” tegas Menteri Luar Negeri.

Indonesia juga mendorong tercapainya solusi damai melalui dialog atas sengketa mengenai isu nuklir tersebut. Karena itu Indonesia mendukung resolusi Dewan Keamanan 1747 terhadap Iran yang telah menimbulkan reaksi yang negatif oleh sebagian pihak di dalam negeri. Indonesia meyakini dicapainya penyelesaian isu nuklir Korea Utara melalui Six Party Talks pada bulan Februari 2007 dapat menjadi model bagi penyelesaian permasalahan isu nuklir Iran.

Dalam masalah Hak Asasi Manusia, apresiasi masyarakat internasional terhadap kemajuan yang diraih Indonesia telah memungkinkan Indonesia terpilih kembali sebagai anggota Dewan HAM untuk periode 2007-2009 dengan suara mayoritas yang tinggi.

Konferensi Bali yang belum lama berakhir mengenai perubahan iklim, menurut Menlu bukanlah masalah teknis lingkungan hidup semata, tetapi masalah yang sarat dengan aspek politik dan ekonomi. Karena itu, perundingan di Bali merupakan perundingan yang tidak mudah. Kepemimpinan Indonesia telah berhasil melahirkan Bali Road Map yang merupakan suatu terobosan bagi kebuntuan yang sebelumnya terjadi dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya. Konperensi Bali tentang perubahan iklim merupakan salah satu puncak tampilan diplomasi dan kepemimpinan Indonesia.

Bahkan tampilan Indonesia selaku tuan rumah Konperensi Bali telah menonjol pada rangkaian summit sebelum Bali. Inisiatif Indonesia mengenai hutan tropis (F-11 dan REDD) dan Corral Triangle juga telah mendapat tempat dalam Konperensi Bali dan karena itu masih akan ada tindak lanjutnya sebagai bagian dari upaya mitigasi terhadap perubahan iklim.

Lalu bagaimana dengan proyeksi 2008?

Menlu memperkirakan bahwa di bidang politik dan keamanan internasional, kecenderungan penurunan ketegangan yang telah berlangsung sejak bulan-bulan terakhir tahun lalu diperkirakan akan berlanjut pada tahun 2008. Namun demikian, Menlu belum dapat dipastikan apakah akan muncul solusi final untuk berbagai situasi konflik—terutama di Irak, Afghanistan dan Timur Tengah.

Kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, yang dalam beberapa tahun belakangan ini tekun menata integrasi regional, telah menikmati adanya stabilitas relatif dan ketahanan regional—sementara di kawasan-kawasan lain, seperti Afrika, Timur Tengah dan Asia Selatan, berada dalam situasi konflik atau ketegangan berkepanjangan. Namun demikian, keberhasilan integrasi regional di Asia Tenggara dan Asia Timur akan tergantung pula pada upaya pembangunan politik yang dapat mempersempit political gap di antara negara-negara kawasan, termasuk melalui ”shaping and sharing of norms”.

Oleh karena itu langkah-langkah kerjasama konkrit untuk pembangunan politik di kawasan menjadi elemen penting dalam upaya memelihara stabilitas dan tertib kawasan. Dalam kaitan ini, tegas Menlu, ”Pada tahun 2008 Indonesia akan meluncurkan inisiatif Bali Democracy Forum sebagai ajang dialog antar-pemerintah yang bersifat inklusif. Forum ini dirancang sebagai tempat bertukar pikiran dan pengalaman dalam menjalankan praktek-praktek demokrasi dan good governance serta memperkuat institusi-institusi demokrasi.

Masih terkait dengan demokrasi dan good governance, dalam kalender diplomasi tahun 2008, antara lain Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Anti Korupsi (Conference of State Parties to the UN Convention Against Corruption) ke-2 yang akan diselenggarakan di Bali, 28 Januari – 1 Februari. Konferensi ini akan dihadiri oleh 104 negara pihak dan 50 peninjau.

Berbagai kemajuan yang telah dicapai setelah 10 tahun Reformasi akan semakin melapangkan keleluasaan kiprah politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif ke segala penjuru. Meskipun masih banyak tantangan yang kita hadapi, tetapi kemajuan yang telah kita raih serta dukungan dan apresiasi masyarakat internasional akan semakin menumbuhkan rasa percaya diri kita sebagai bangsa.

Dalam kaitan ini, peran aktif Indonesia di dunia internasional akan terus kita tunjukkan melalui kekuatan gagasan, inisiatif, dan dialog. Menjadi harapan kita bersama bahwa momentum 100 tahun kebangkitan nasional Indonesia juga menjadi pendorong bagi upaya mewujudkan ketertiban dunia yang didasarkan pada kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

PPTM 2008 dihadiri oleh wakil-wakil media massa nasional dan asing, tokoh-tokoh pers nasional dan daerah, para pejabat dan mantan pejabat tinggi Deplu, mantan menteri dan tokoh-tohoh nasional lainnya. Pada acara ini juga dilaksanakan penyerahan Penghargaan Adam Malik oleh Menlu kepada media nasional yang a.l. dinilai berhasil dalam penyebarluasan informasi yang berimbang.

sumber : Deplu

2 comments

  1. Dari namanya, blog ini bagus skali. Kita jadi tertarik untuk masuk. Tapi, ada yang sangat kurang (dan ini harus ada): Profile Moderator!!!

    Dalam era transparansi sekarang ini, kita gak bisa lagi main surat kaleng untuk mengekspresikan sikap dan pikiran.

    So?

  2. salaM………..
    saya stuju mas fitten…
    bicara diplomasi, tentunya berkaitan erat dengan suatu hubungan, dimana hubungan itu kan gak bakalan terjalin dengan baik kalau tidak saling kenal..

    nah…..
    di sini…
    penulis belum menunjukan sikap diplomasi dengan tidak memperkenalkan diri…

    tp yang penting isinnya dech…
    ma kasih,,, artikelnya bagus..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s