Keahlian apa yang diperlukan dalam berdiplomasi?

diplomacy

Diplomacy (source: PerAdaMagazine)

Dinamika hubungan internasional yang cepat berubah dari waktu ke waktu menyebabkan siapapun yang berkecimpung dalam dunia diplomasi memerlukan keahlian-keahlian khusus yang biasanya diperoleh dari pelatihan, sekolah formal, dan pengalaman praktek. Sepintas kita cenderung menganggap bahwa diplomasi hanya terkait dengan masalah negosiasi atau lobby untuk kepentingan nasional suatu negara, atau bahkan digeneralisir ke dalam promosi suatu negara di dunia internasional. Dalam prakteknya begitu banyak aspek dalam berdiplomasi harus dikuasai untuk dapat berdiplomasi memperjuangkan kepentingan nasional dalam hubungan internasional baik bilateral maupun multilateral.

Berikut ini beberapa keahlian (skill) yang harus dimiliki oleh anda bila ingin dapat melakukan praktek diplomasi dengan baik:

Pertama, memiliki keahlian menganalisa kebijakan luar negeri baik kebijakan luar negeri RI maupun kebijakan negara lain dan juga karakter kebijakan organisasi internasional. Mengapa analisa terhadap kebijakan luar negeri dianggap sebagai keahlian? Untuk dapat dikatakan memiliki keahlian analisa kebijakan luar negeri, seseorang secara sederhana dapat digambarkan memiliki dasar pengetahuan tentang teori diplomasi (bilateral dan multilateral), menguasai terminologi kebijakan luar negeri, memahami konteks hubungan antar negara dalam ruang dan waktu yang membatasi, dan senantiasa mengikuti dinamika perkembangan hubungan internasional. Dengan modal tersebut, kemudian mudah memfokuskan perhatiannya pada misi diplomasi yang diembannya. Misalnya apabila misinya hubungan bilateral, maka wajib bagi seseorang untuk menguasai kebijakan luar negeri negaranya sendiri dan negara akreditasi. Sedangkan bila misinya multilateral seperti PBB, ASEAN, atau organisasi internasional lainnya, maka kewajibannya adalah menguasai kebijakan negara di lembaga internasional dan juga memahami seluk beluk proses pengambilan kebijakan di dalam organisasi internasional tersebut.

Apabila misinya hanya mempromosikan potensi Indonesia, maka fokus perhatian adalah pada bagaimana dapat menarik sebanyak mungkin perhatian para pengampu kepentingan di negara sasaran agar tertarik kepada Indonesia. Dalam konteks ini, analisa kebijakan luar negeri dapat dilihat secara umum guna menghindari terjadinya hal-hal yang kurang pas yang dapat mempengaruhi secara negatif upaya promosi Indonesia. Kreatifitas, seni berbicara, seni mempengaruhi, dan sikap tidak mudah menyerah sangat diperlukan agar suatu misi promosi dapat sukses.

Kedua, Keahlian melakukan negosiasi dalam hubungan bilateral dan multilateral (selain setting formal organisasi internasional yang rutin, ada juga misalnya dalam setting konferensi internasional guna menyelesaikan suatu masalah internasional). Negosiasi secara umum adalah suatu metode dimana para pihak yang berhubungan baik dalam konteks konflik maupun kerjasama melakukan pembicaraan/diskusi guna menyelesaikan perbedaan. Dalam kamus online bahasa Inggris Oxford, negosiasi didefinisikan sebagai discussion aimed at reaching an agreement. Itulah sebabnya hasil dari negosiasi biasa disebut dengan beberapa istilah yang mencerminkan tercapainya penyelesaian perbedaan posisi/pandangan/sikap negara-negara, misalnya kesepakatan (agreement), konvensi (convention, covenant), pakta (pact), perjanjian (treaty) yang mana pada umumnya bersifat mengikat (binding). Pada tahapan awal negosiasi, seringkali sebuah kesepakatan didahului oleh niat/keinginan untuk bersepakat yang tidak mengikat (non-binding) seperti dalam letter of intent.

Sebuah proses negosiasi tidak terjadi secara tiba-tiba melainkan melalui sejumlah tahapan dari persiapan, diskusi internal, penentuan tujuan yang ingin dicapai, kemudian proses negosiasi yang hasilnya dapat berupa kesepakatan atau tidak ada titik temu (deadlock), dan bila tercapai kesepakatan, maka selanjutnya adalah implementasi kesepakatan.

Modal utama seorang negosiator dalam hubungan antar negara adalah sikap, pengetahuan, dan keahlian berkomunikasi. Dalam kaitan itu, seseorang memerlukan pemahaman komunikasi verbal yang baik, memiliki keseimbangan dalam mengatur bicara dan mendengar, memiliki sikap pejuang dalam mencapai kepentingan nasional, dan mampu mengatasi situasi sulit baik secara emosi maupun kecerdikan.

Ketiga, keahlian dalam mediasi konflik atau sengketa. Keahlian ini mirip dengan negosiasi namun posisinya bukan dalam pihak yang bernegosiasi melain pada posisi menjadi penengah atau mediator. Misalnya baru-baru ini Indonesia menyampaikan masukan kepada Arab Saudi dan Iran untuk menurunkan ketegangan paska hukuman mati ulama Shia terkemuka Sheikh Nimr al-Nimr di Arab Saudi. Apabila tawaran Indonesia tersebut diterima oleh Arab Saudi dan Iran, maka Indonesia dapat mengambil peran sebagai mediator guna menurunkan ketegangan tersebut. Modal untuk dapat menjadi mediator yang baik kurang lebih mirip dengan negosiator, dengan perbedaan utama pada tujuan mendorong pada penyelesaian masalah dan bersikap adil dan imparsial untuk hasil yang sifatnya win-win solution.

Keempat, adalah keahlian yang harus dimiliki bahkan sebelum terjun dalam proses negosiasi yakni menyusun draft posisi dan menulis bahan pidato untuk ketua delegasi. Keahlian ini sepintas biasa saja dan sudah seharusnya dimiliki oleh korps diplomat. Namun dalam prakteknya, keahlian ini dapat tumbuh dengan baik pada diri seseorang seiring dengan pelatihan, pendidikan, dan pengalaman. Mengabaikan  keahlian ini sama saja dengan kalah sebelum berperang karena pokok bahasan dalam negosiasi semua berada dalam draft posisi dan pidato atau butir wicara. Dengan catatan, keahlian tertentu juga diperlukan untuk negosiasi masalah yang dihadapi, misalnya negosiasi perdagangan atau investasi tentunya memerlukan dasar pengetahuan ekonomi yang baik, sementara negosiasi konflik perbatasan memerlukan latar belakang ilmu hukum internasional yang kuat.

Sekiranya ada masukan keahlian-keahlian lain yang diperlukan dalam berdiplomasi, silahkan disampaikan. Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s